Akhirnya kembali lagi duduk ditempat ini, dengan aroma kopi yang menyapa indera pencium dan kursi seolah-olah katakan halo saat saya datang. Alunan musik samba membelai telinga dengan hentakkan berirama.
Segelas kopi menemani saya malam ini, duduk menyaksikan orang-orang beraktivitas. Sekelompok orang yang seumuran denganku sedang bercanda tawa, dua orang bapak-bapak bekerja, terlihat kerutan di dahi dan mereka menghisap tembakau itu terlalu dalam. Pasangan entah suami istri atau kekasih sedang bercakap-cakap penuh mesra, pria terlihat antusias dengan apa yang diceritakan oleh wanitanya, entah itu cerita apa, tapi sebanyak yang saya dengar, dia menceritakan tentang pengalamannya belanja pada midnight sale tempo hari.
Sepasang, pria dan wanita, duduk tepat dimeja sebelah saya. Dan saya bisa yakin itu bukan kekasih, tapi sahabat. Pria berambut pendek, dengan kumis dan janggut yang tipis, garis muka yang tegas tetapi terlihat begitu lembut saat berbincang dengan orang dihadapannya. Wanita berambut panjang, sedikit ikal, lembut dan terlihat matanya sedikit merah. Bukan karena ia mengkonsumsi obat-obatan tetapi karena matanya panas karena menahan tangis. Wanita itu berbicara terlampau keras, sampai saya bisa mendengar percakapan mereka. Tidak jauh-jauh, bahasan nya lagi-lagi mengenai cinta. Biar saya berasumsi, si Wanita dicampakkan oleh lelaki atau mungkin wanita terperangkap dalam friend-zone. Ya, itu hanya asumsi saya. Pria terlihat menghiburnya dengan sungguh-sungguh lalu dipegang tangan wanita untuk pengganti kata-kata "Sabar ya, mencintai tak berarti memiliki, masih ada aku."
Ah saya membuat drama cinta sepertinya. Tapi jangan salahkan saya, salahkan pemikiran saya yang langsung tersambung dengan jemari ini dan mengetiknya dalam blog untuk dipublikasikan. Dan sekarang wanita itu menangis, lalu pria tiba-tiba berpindah dari duduk didepannya menjadi disebelahnya dan merangkulnya. Sedih sekali melihat wanita itu terisak, tangisan tanpa suara tetapi terlihat pundaknya naik turun. Jauh sekali luka hatinya. Berangsur-angsur wanita itu menyelesaikan perdebatan hati yang bereaksi dengan air mata. Pria memanggil pelayan dan meminta bill menandakan mereka akan pergi.
Dalam hati ini, berkata "Jangan pergi, saya masih ingin melihat drama yang akan saya lihat dan akan berasumsi dengan penglihatan ini" Tapi siapa saya yang bisa menahan mereka tetap disini, saya bukan siapa-siapa. Melihat mereka saja baru kali ini. Setelah pria menyelesaikan pembayaran, pria berdiri tetapi wanita itu masih duduk dan meletakkan wajahnya di kedua tangannya. Dan saya hafal tatapan mata itu, saya tau tatapan mata pria itu. Sakit. Hm... Sakit ya tuan? Melihat wanita yang anda cintai ternyata mencintai orang lain. Tiba-tiba pria membuang muka menatap meja saya dan tatapannya nanar, saya langsung membuang muka daripada saya ketahuan sedang membaca dan memperhatikan nya. Tak lama, Nona berdiri dan mereka berjalan menuju pintu keluar dan hilang dibalik tembok.
Drama, hidup ini penuh drama. Segala script yang sudah ditulis pun tidak berguna karena ujung-ujungnya kita menggunakan script yang ditulis oleh Sang Khalik. Mau apa lagi Tuan? Sesaat mereka pergi, terputar lagu Mike Mohede - Besar. Saya hanya tersenyum, menyadari ternyata bukan saya saja.
Terlalu banyak yang tertulis disini, saya mau menikmati kopi yang mungkin sudah dingin karena terbuai dengan adegan demi adegan tadi. Malam.
Blindspot
Monday, December 26, 2011
Monday, December 19, 2011
Stupidity
It always about you............
Yes, you....
Someone who stole my heart,
my attention,
my time,
But I never feel that is wasting my time....
Yes, you make me look stupid,
Love makes me stupid
Tuesday, December 13, 2011
Time
Minggu - 11 Desember 2011
Salah satu saudara, tante, menikah. Itu merupakan satu hari yang membahagiakan untuk dibicarakan hinggu satu minggu kedepan. Lihat saja, hari itu, rumah nenek menjadi megah. Pelaminan tersusun dengan rapi, hiasan begitu cantik dengan bunga mawar putih dan bunga sedap malam. Ijab kabul yang berjalan lancar, pengantin pria mengucapkannya hanya dengan satu nafas. Pesta resepsi yang begitu sempurna dengan konsep garden party, makanan tertata dengan elegansi dan rasa yang begitu luar biasa nikmat. Hari itu penuh dengan keceriaan, canda, tawa, tangis haru, dan segala kata yang biasa menggambarkan indahnya hari itu.
Congrats to Lia Kamilia :)
Senin - 12 Desember 2011
08.27 baru saja bangun, seharusnya 27 menit yang lalu sudah ada dikelas, siap dengan kalkulator untuk menghitung keuangan. Hal pertama kali dilakukan ialah, mengambil ponsel. Terlihat satu bbm dari orang tua, pesan yang tak terduga, tetapi tidak membuat kaget. Intinya, bergegaslah ke rumah sakit di daerah jakarta selatan. Mandi, dan berangkat. Jalan ternyata tidak begitu bersahabat pagi itu, jalan yang seharusnya bebas hambatan, malah menjadi hambatan. Sedikit lagi sampai di rumah sakit, ada sebuah pesan masuk lagi, mengatakan dia telah tiada. Menangis? Tidak. Hanya terdiam, terpaku di lampu merah jalan itu. Lanjutkan perjalanan, sampai lah di rumah sakit. Aku masuk ke ruangan ICCU, dan kulihat dia. Tercerai berai air mata yang sedari tadi tidak muncul, sesak hati ini, kupeluk saudara ku dan menangis di bahu nya. Hari itu menjadi hari berkabung bagi seluruh keluarga. Entah mengapa, terasa ada suatu yang hilang. Bagian itu tak lagi sama.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un
Sa'adiah Noor binti Usman Noor
She has been fighting through all this time, actually we knew we were going to lose her, but we were not ready yet. But we believe God knows whats the best for her :)
Dua kejadian yang menjadi penutup tahun 2011 ini, pernikahan dan kematian. Allah tunjukan pada kami kuasaNya.
Tuesday, September 6, 2011
kamu
Takut.
Detak jantung tidak beraturan.
Segala hal bercampur aduk dikepala.
Semuanya tidak lagi nyata, tidak lagi hitam atau putih.
Abu-abu.
Rasa tidak memiliki apa yang seharusnya ada.
Rasa tidak sama seperti biasanya.
Rasa hambar, begitu ditanya tentang kita.
Tidak jelas.
Melankolis.
Drama.
Statis.
Pentas tidak berjalan seperti naskah tangan.
Panggung memperlihatkan tabir sebenarnya.
Suatu yang bukan teori.
Luar biasa.
Fantastis.
Dinamis.
Tertegun saat ditanya tentang hati.
Diam saat ditanya tentang hidup.
Terpaku saat ditanya tentang rasa memiliki.
Ironi saat ditanya tentang kamu.
Kamu...
Iya, kamu.
Sunday, September 4, 2011
Thursday, August 25, 2011
Asing
Bertemu dikala perjalanan panjang, rindu akan masa-masa lalu disaat aku dan kamu masih bisa tertawa dalam duka dan menangis dalam tawa. Saat kita berkhayal tentang masa depan yang akan kita tempuh, kamu dan aku tertawa dan kita tersenyum, seakan puas dengan khayalan di siang itu.
Aku masih ingat dengan senyuman mu yang terlalu polos dan tawa mu yang bisa membuat hati ini berwarna. Aku masih ingat saat air mata yang mengalir di pipi mu, hati ini terasa tertekan, sakit. Aku masih ingat dengan hari-hari yang kita lewati bersama dengan mimpi-mimpi bodohmu itu. Ah.. Aku rindu masa itu.
Ternyata waktu tak berjalan beriringan dengan keinginan, waktu seperti diburu-buru. Tiba di hari aku dan kamu tak bersama lagi, tidak berjalan pada jalan yang sama lagi, tidak dalam satu komunitas yang sama lagi. Dimana kamu sudah merasa menemukan 'dunia' mu.
Saat kita bertemu disatu waktu, aku merasa tidak mengenal mu, kamu bukan orang yang dulu pernah berkhayal, bermimpi bersamaku. Segala pemikiran-pemikiran tentang mu berputar pada poros yang sama di otakku, aku berusaha mencegah segala pemikiran tentang mu, tapi akhirnya otakku menuju satu kata, asing.
Sahabatku, kamu berjalan terlalu cepat, dan aku tidak sanggup mengejar langkahmu.
Saat kita bertemu disatu waktu, aku merasa tidak mengenal mu, kamu bukan orang yang dulu pernah berkhayal, bermimpi bersamaku. Segala pemikiran-pemikiran tentang mu berputar pada poros yang sama di otakku, aku berusaha mencegah segala pemikiran tentang mu, tapi akhirnya otakku menuju satu kata, asing.
Sahabatku, kamu berjalan terlalu cepat, dan aku tidak sanggup mengejar langkahmu.
Wednesday, August 17, 2011
Dirgahayu Republik Indonesia ke-66
Merah putih teruslah kau berkibar
Diujung tiang tertinggi di Indonesia ku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Ku akan selalu menjaga mu (Coklat - Bendera)
Subscribe to:
Posts (Atom)
