Aku yang penuh kemunafikan akan dunia
Berjanji di atas kertas bertinta hitam
Melihat bayangan indah dirimu sungguh terasa sangat menghibur
Tapi yang kurasa saat ini adalah kebencian akan dunia dan sebagian isi dari dunia
Aku yang selalu menyalahkan keadaan
Menyerah kepada garis-garis lurus kehidupan
Kulihat jelas dirimu menjauh dariku sampai sekarang
Pantas atau tidak?
Sesungguhnya yang ku mau menjalani hidup dengan apa yang ku mau
Tapi selalu saja ada rantai-rantai belengu yang mengikatku
Mengapa kau begitu jauh dari pundakku
Begitu jauh dan semakin menjauh
Yang aku tau hanya inginku dan hasratku
Tanpa pernah mengerti apa itu kebutuhan dan tuntutan
Tujuan hidupku, aku tak tau
Atau bahkan aku tak mau tau
Orang-orang saat ini memuja sesuatu yang dia rasa hebat
Padahal itu hanya tipu daya sisi gelap hatinya
Mengapa aku dilahirkan dengan kedua mata yang melihat semua itu?
Mengapa aku dilahirkan dengan hati yang dapat merasakan semua itu?
Melawan? Untuk apa? Untuk dicemooh? Untuk diasingkan?
Orang-orang takut akan itu, dan memendam jauh-jauh untuk itu
Perlawanan terbesarku adalah membunuh hatiku sendiri
Mencoba berjalan di atas karpet sutra buatan manusia yang aku tak sudi melakukan itu
Wajah orang banyak yang bersinar
Bersinar dengan sinar-sinar hitam, dan mereka bangga akan itu
Menganggap kebenaran adalah suatu pemikiran
Pemikiran individualis yang membenarkan apa saja
Mengapa aku dilahirkan tanpa bisa merubah semua itu?
Bosan aku melihat suatu kebodohan di jalan-jalan dekat rumahku
Mengapa manusia harus dilahirkan dengan sejuta mimpi akan masa depannya?
Dan mengapa manusia harus lahir dengan rasa cinta?
Banyak dari mereka yang tak mengenal kesendirian
Atau bahkan tak mengenal akan penderitaan
Di jalan-jalan pingiran kota besar yang busuk
Kulihat nenek-nenek sendiri, benar-benar sendiri
Kulihat anak menangis bingung kemana mereka merengek untuk suatu kepuasan nafsunya
Muka yang berlapis debu, dan pakaian potongan-potongan kain
Aku, siapa aku?
Aku hanya pelengkap dalam kehidupan masyarakatku
Hanya hinaan yang setiap saat mereka ingin menghinaku
Aku tak mengelak akan hal itu
Tapi aku bukan kalian, bukan mereka, dan juga bukan kamu
i love this poetry, menggambarkan sesuatu yang sedang terjadi di'sini'
0 comments:
Post a Comment