Saturday, December 4, 2010

Terlalu Jauh

Selamat......
Hm.. ini ngomongnya malem apa pagi ya? Yaudah
Selamat Dini Harii (sepertinya lebih cocok)

Thank God it's friday! *tapi udah berakhir hari jumatnya din

Aah sudahlah, gue emang ngga pandai untuk membuka suatu cerita. Hari ini gue kuliah seperti biasa, masuk jam 8 pagi selesai jam 5 pagi........... Ngga ngga gue bohong, selesai jam 5 sore. Gue beranggapan setiap hari jumat, keadaan lalu lintas jalanan tidak begitu padat, jadi gue berangkat seperti biasa dari rumah, jam 7. Tapi gue lupa kalau pagi ini hujan turun dengan romantisnya, bikin gue pengen narik selimut lagi dan meluk guling. Tapi gue urungkan niat itu, lebih memilih menimba ilmu hahaha

Oke, gue berangkat jam 7 daan tebaaaak! saya sampai kampus jam berapaaa. Jam 09.15!! 2 jam 15 menit dari rumah ke kampus, yang biasanya cuman gue tempuh selama 35 menit. Astaga, hujan bikin macet dimana-mana. Kelas pertama hari ini adalah tutor intro ekonomi. Gue bbm temen gue dan nanya, lebih baik masuk apa ngga, terus dia bilang, "Masuk aja din, ada kuis katanya" yasudahlah gue masuk kelas walaupun selesai kelas tinggal 25 menit lagi DEMI KUIS!!! dan ternyata tidak ada kuis hari ini, ZONK! tau gitu ngga usah masuuk -.-

Sorenya, gue ada tes writing buat ielts. Grammar gue hancur lebur sudah pasti, dan gue mengarang sebebas-bebasnya. Bismillah, semoga writing test nya tidak terlalu jeblok nilainya. Selesai kampus gue langsung menuju ke tempat biasa saya singgahi sebelum pulang kerumah, WK. Entah kenapa, tempat ini selalu ngangenin. Sebelum itu, ketemu Lola dulu. Sedang galau dia. Dari sana gue meluncur ke tempat cuci mobil. Sudah jadwalnya mobil itu dicuci. Setelah itu gue pulang.

Waktu gue lagi perjalanan pulang, tiba-tiba terlintas di benak gue "Allah beri gue banyak banget berkah, semenjak gue kuliah, tapi kok guenya malah begini?" Dia banyak banget memberi gue hadiah-hadiah yang tidak terduga mengenai akademik maupun non-akademik. Bukannya gue tidak bersyukur dengan apa yang udah gue dapet, tapi gue benci sama diri gue sendiri.

Gue yakin bahwa Allah itu ada, dan Dia ada disekitar gue. Gue sangat yakin dalam hal itu, tapi terasa berat banget untuk melangkahkan kaki untuk beribadah, padahal Dia udah beri gue banyak banget. Banyaknya berkah yang Dia kasih, membuat gue bersyukur sekaligus bingung. "Dia beri gue banyak sekali, padahal gue jarang bahkan hampir tidak pernah melangkah kan kaki untuk menjalankan kewajiban gue akhir-akhir ini. Gue hanya selalu dan selalu yakin bahwa Dia ada" Tiba-tiba muncul di pikiran gue "Sadar Din, Dia ngasih lo banyak berkah dan kenikmatan untuk menunjukkan kebesaranNya sama lo. Agar lo kembali ke jalan yang seharusnya, dan agar lo juga tau, tanpa kuasaNya, lo ngga akan dapetin apa yang lo dapet sekarang

Yap, saya sadar, terlalu jauh jarak yang ada diantar gue dengan Allah. Ruang kosong yang ada pada jarak itu menimbulkan hal-hal yang membuat hati tidak karuan. Gue harus bisa menghargai dan berterimakasih dengan apa yang udah Dia kasih ke gue dengan menjalankan kewajiban gue. Saya akan berubah dan menempati jalan yang benar lagi. Jalan yang memang diridhoi olehNya. Untuk perubahan pasti berat dan sulit, tapi gue harus. Kalau gue bisa menyelesaikan kewajiban yang ada pada kuliah kenapa kewajiban yang disuruh oleh Sang Khalik gue ngga bisa? Harus bisa. Perlahan namun pasti.

Ini yang nulis, benar-benar seorang Siti Adinda Atika. Jangan kaget ya. Bukannya sok-sokan religius, hanya ingin sekedar berbagi :)

Goodnight Universe,
See you in next post

1 comments:

  1. Kau berjalan mendekat kepadaNya, maka Dia akan berlari mengejarmu (begitu kata ustad2 brok) haha

    ReplyDelete