Thursday, August 25, 2011

Asing

Bertemu dikala perjalanan panjang, rindu akan masa-masa lalu disaat aku dan kamu masih bisa tertawa dalam duka dan menangis dalam tawa. Saat kita berkhayal tentang masa depan yang akan kita tempuh, kamu dan aku tertawa dan kita tersenyum, seakan puas dengan khayalan di siang itu. 

Aku masih ingat dengan senyuman mu yang terlalu polos dan tawa mu yang bisa membuat hati ini berwarna. Aku masih ingat saat air mata yang mengalir di pipi mu, hati ini terasa tertekan, sakit. Aku masih ingat dengan hari-hari yang kita lewati bersama dengan mimpi-mimpi bodohmu itu. Ah.. Aku rindu masa itu.

Ternyata waktu tak berjalan beriringan dengan keinginan, waktu seperti diburu-buru. Tiba di hari aku dan kamu tak bersama lagi, tidak berjalan pada jalan yang sama lagi, tidak dalam satu komunitas yang sama lagi. Dimana kamu sudah merasa menemukan 'dunia' mu.

Saat kita bertemu disatu waktu, aku merasa tidak mengenal mu, kamu bukan orang yang dulu pernah berkhayal, bermimpi bersamaku. Segala pemikiran-pemikiran tentang mu berputar pada poros yang sama di otakku, aku berusaha mencegah segala pemikiran tentang mu, tapi akhirnya otakku menuju satu kata, asing.

Sahabatku, kamu berjalan terlalu cepat, dan aku tidak sanggup mengejar langkahmu.

0 comments:

Post a Comment